
Keberadaan kawanan kera di Situs Petilasan Kramat Sunan Kalijaga
di Cirebon, Jawa Barat menyimpan misteri asal muasal kedatangannya. Konon,
kera-kera di komplek jejak petilasan Sunan Kalijaga itu dulunya manusia yang
dikutuk menjadi seekor kera. Diriwayatkan dari cerita turun menurun,
monyet-monyet yang mendiami hutan situs seluas 1.200 meter persegi itu jelmaan
dari para santri pengikut Sunan Kalijaga.
Kuncen Situs Kramat Sunan Kalijaga, Raden Edi , 63 mengisahkan,
dahulu kala, Sunan Kalijaga banyak menghabiskan waktu berdakwah di daerah
Kalijaga, Cirebon. Sekarang, nama tempat itu berada di Kelurahan Kalijaga,
Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Sembari berdakwah, Sunan Kalijaga pun
berguru kepada Sunan Gunungjati. Ketekunan dan kesabaran menyebarkan ilmu dan
syiar Islam kepada masyarakat, membuatnya semakin banyak murid dan pengikut.
"Karena ketekunannya berdakwah dan berguru kepada Sunan
Gunungjati, maka Sunan Kalijaga dinikahkan dengan Putri Winaon, anak Sunan
Gunungjati. Saat, itu Sunan Kalijaga resmi menjadi menantu Sunan
Gunungjati," tutur Kuncen Edi. Tak semua santri atau pengikut Sunan
Kalijaga penurut. Suatu ketika di hari Jumat, Sunan Kalijaga pernah
mengingatkan para santrinya untuk segera bersiap menunaikan salat Jumat. Mengindahkan
panggilan gurunya, santri-santri terus asik bermain dan mencari ikan di sungai.
Hingga waktu Salat Jumat selesai, santri-santri itu masih bermain.
"Murid-muridnya tak mau mendengar perintah Sunan Kalijaga
untuk melaksanakan Salat Jumat. Di dalam hati Sunan, orang yang tidak salat
Jumat bagaikan seekor kera. Seketika murid-muridnya itu berbulu seperti
monyet," kisahnya. Kebenaran cerita tersebut, jelas-jelas tak dibenarkan
oleh kuncen situs Kramat. Menurutnya, kisah manusia yang dikutuk menjadi kera
di Situs Kramat Kalijaga hanya sebagai siloka atau cerita perumpaaan yang
mengandung hikmah. Edi mengatakan,
sesuai dengan riwayat Alquran dan Hadits, bahwa bila masuk waktu salat Jumat,
untuk segera meninggalkan aktivitas apa pun. Jika diabaikan, maka mengundang
murka Allah SWT.
"Ceritanya memang seperti itu. Konon, setelah maghrib,
ditemukan monyet paling besar yang seolah sedang menyesali perbuatannya. Cerita
itu hanya siloka. Intinya, Kanjeng Sunan berpesan bahwa kamu jangan cari ikan
aja, kalau nggak salat sama juga monyet," tuturnya.
Disebutkan, jumlah monyet di Situs Kramat Sunan Kalijaga berjumlah
99 ekor lebih. Terdiri dari dua kelompok kawanan kera di sebelah utara dan selatan.
Lokasi Situs Kramat Sunan Kalijaga cukup strategis, dari
terminal Harjamukti Cirebon dan bandara. Jaraknya hanya sekira 700 meter dari
terminal.
"Kalau di bulan Mulud, biasanya banyak dari luar kota untuk
berziarah di Situs Kramat Petilasan Sunan Kalijaga. Mereka berdoa dan mau tahu
sejarah Sunan Kalijaga di Cirebon, karena beliau itu menantu Sunan
Gunungjati," tuturnya.