Sunan kalijaga
dapat dikatakan sebagai tokoh yang berperngaruh pada masa penyebaran ajaran
agama islam di indonesia. Dalam dakwahnya beliau tidak secara gamblang
memperkenalkan ajaran islam pada masyarakat suku jawa yang masih kental dengan
kebiasaan tradisi dari ajaran hindu dan budha.
Dengan
memperhatikan hal itu beliau memulai dakwah nya selapis demi selapis dalam
mengubah dan membuang nilai - nilai agama dan kepercayaan lama masyarakat suku
jawa, terutama yang sudah menjadi kebiasaan sehari hari dan menggantinya dengan
nilai - nilai baru yang di ajarkan dalam agama islam. Karena metode dakwah yang
seperti itulah, maka nusantara khususnya pulau jawa di islamkan. Sehingga
sekarang indonesia menjadi salah satu negara dengan penganut islam terbesar di
dunia.
Dalam dakwah,
Sunan Kalijaga punya pola yang sama dengan mentor sekaligus sahabat dekatnya,
Sunan Bonang. Paham keagamaannya cenderung “sufistik berbasis salaf”. Ia juga
memilih kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah.
Beliau berdakwah
tidak hanya di satu tempat saja, melainkan di banyak tempat oleh karena
itu terdapat banyak petilasan sunan
kalijaga di pulau jawa, Salah satu nya di Cirebon.
Sembari berdakwah
Sunan Kalijaga pun senantiasa berguru kepada Sunan Gunung Jati. Dengan dibekali ketekunan dan kesabaran dalam mneyebarkan
ilmu dan syirar islam kepada masyarakat, membuatnya semakin banyak mempunyai
murid juga pengikut.
Dan karena itu
pula sunan kalijaga dinikahkan dengan putri winaon, anak Sunan Gunung Jati. Saat itu Sunan Kalijaga Resmi menjadi menantu
Sunan Gunung Jati.

