Kalijaga merupakan daerah mistis yang berada di dekat Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon ini terkenal dengan daerah yang kuat dengan aura magis nya. Dinamakan Kalijaga konon pada jaman dahulu salah satu sultan penyebar agama islam yaitu Sultan Kalijaga. Pernah singgah dan menyebarkan agama islam didaerah ini, daerah ini dikenal dengan “Kalijaga Monyet” Kenapa disebut daerah Kalijaga Monyet? Konon katanya pada jaman dahulu ada sekelompok monyet kutukan Sunan Kalijaga, memang apa yang terjadi yaaa? Konon menurut juri kunci mereka dikutuk sebab mereka tidak mau melaksankan perintah agama.
Sunan Kalijaga Singgah dan menyiarkan syariat ajaran agama Islam di kampung ini. Waktu itu, tepat hari jum’at kanjeng Sunan Kalijaga dan santrinya hendak melakukan sholat jum’at, namun jamaah hanya berjumlah 39 orang. Berdasarkan Al-qur’an dan Hadits, jamaah sholat jum’at itu minimal harus berjumlah 40 orang, jika kurang dari jumlah itu maka tidak bisa melakuan sholat jum’at. Karena Sunan ingin sholat jum’at ini bisa dilaksanakan, maka sunan menyuruh salah satu jamaah yang juga santri sunan untuk mencari 1 jamaah lagi agar sholat bisa dilaksanakan. Ketemulah salah seorang warga yang sedang asik memancing ikan di Kali, namanya Fathul. Santri atau pesuruh dari Sunan ini kemudian mengajak Fathul untuk melaksanakan sholat jum’at, namun ajakan santri ini ditolaknya. Pesuruh ini pun kemudian menghadap Sunan untuk melaporkan bahwa Fathul menolak untuk sholat jum’at. Kanjeng Sunan pun kembali menyuruh santri tersebut untuk kembali membujuk agar Fathul mau di ajak untuk sholat jum’at, dengan mudahnya Fathul menolak dengan alasan rejekinya saat itu lagi bagus, dan lagi pesuruh ini pun kembali melapor ke Sunan. Ajakan yang ketiga ini Sunan langsung yang mengajak Fathul untuk melaksanakan sholat jum’at, namun masih tetep menjawab dengan mudahnya menolak ajakan sunan. kemudian Sunan Kalijaga pun jengkel dan mengeluarkan Kata-kata, “hanya monyet yang ga mau beribadah”. Dan beberapa saat kemudian Fathul ini tumbuh ekor, sifatnya berubah seperti monyet.
Di Kalijaga ini jumlah monyetnya tetep, tidak bertambah ataupun berkurang walaupun ada monyet yang lahir dan meninggal. Secara kasat mata, jumlah monyet di Kalijaga ini berjumlah 40 ekor, namun secara tak kasat mata jumlahnya ini banyak sekali. Kenapa binatang ini yang menjadi kutukan?karena menurutnya, monyet ini sekilas mirip manusia, secara fisik yang membedakan hanyalah bulu dan ekor.
Di petilasan ini pula terdapat makam para santri sunan kalijaga, maka dari itu sampai sekarang banyak masyarakat berziarah ke tempat Petilasan Sunan Kalijaga Cirebon ini mereka datang dari berbagai daerah untuk berziarah/ berwisata religi ke tempat ini.
Dari kisah diatas bisa kita ambil hikmahnya bahwa perintah agama itu harus kita laksanakan dan dan jangan sekali kali kita menyepelekan omongan orang tua kita karena omongan orang tua atau orang yang lebih tua dari kita itu bias disebut dengan do’a kalupun kita melawan mereka sama halnya kita sama monyet itu yang cuma asik dengan dunia dan tak mau menghiraukan untuk akhirat nahh kita tidak mau kan disamakan kaya monyet.
Mungkin itu masih menjadi mitos dikalangan masyarakat sekitar daerah daerah dan mungkin masih jadi kisah misteri juga. Kita sebagai percaya boleh tidak tapi mungkin itu kenyataan yang terjadi . mungkin begitu kisah mitos kutukan kera yang ada di Petilasan Sunan Kalijaga Cirebon ini.