Sejarah 99 Kera

Januari 05, 2019

Juru Kunci taman Kera dan Petilasan Sunan Kalijaga, Raden Edi menceritakan kisah santri yang dikutuk menjadi kera, Dahulu ada santri sunan kalijaga yang dapat dikatakan munafik (bersikap baik didepan namun buruk dibelakang). Tepatnya pada hari jumat, Sunan Kalijaga sudah berada di masjid dan bersiap melaksanakan sholat jumat.Tetapi jumlah santrinya tidak lengkap, lalu beliau menyuruh santri yang ada untuk mencari santri-santri yang hilang tersebut. Setelah dicari tenyata santri-santri tersebut berada di sungai dan tengah asyik mencari  ikan, dikatakan sungai tersebut adalah sungai kalicawang (sungai yang bercabang).Kanjeng Sunan memperingati mereka untuk solat jumat, namun para santri tersebut tidak menghiraukannya dan malah tetap asyik mencari ikan hingga solat akan dimulai.Setelah di tunggu hingga solat selesai, para santri itu tetap tidak mengindahkan kata-kata Kanjeng Sunan. Melihat para santrinya yang membangkang, Kanjeng Sunan merasa sedih sehingga jauh didalam lubuk hatinya beliau berkata “santri saya sifatnya seperti binatang”.  perkataan beliau pun di ijabah oleh allah, dan munculah ekor pada santri-santri tersebut lalu berubahlah mereka menjadi kera.Kera-kera tersebut jumlahnya tidak berubah yaitu tetap 99 ekor. Jika ada kera yang meninggal, selalu ada kera yang melahirkan sehingga jumlahnya tidak berubah. Hingga saat ini kera tersebut dianggap liar dan menjadi daya tarik pengunjung.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar