Review : Mengenal Silsilah Sunan Kalijaga

Januari 14, 2019

Nama Raden Said adalah putera Tumenggung Wilatikta yang ketika itu menjabat sebagai Adipati Tuban , Menikah dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishaq, dikarunia putra & putri : Raden Umar Said (Sunan Muria), Dewi Ruqayyah dan Dewi Sofiyah. silsilah genealogis yang didapati sebagai berikut :

 
1. Prabu Banjaransari
2. Raden Arya Metahun
3. Bupati Lumajang Tengah Raden Arya Randu Kuning./ Kyai Ageng / Kyai Gede Lebe Lontong
4. Bupati Gumenggeng Raden Arya Bangah
5. Bupati Lumajang Raden Arya Dandang Miring
6. Bupati Tuban ke-1 Raden Dandang Wacana / Kyai Gede Papringan, BERPUTRI
7. Nyai Ageng Lanang Jaya / Nyai Lanang Baya
8. Bupati Tuban ke-2 Haryo Ronggo Lawe / Rangga Teja Laku / Syeikh Jali Al-Khalwati / Syekh Khawaji
9. Bupati Tuban ke-3 Haryo Siro Lawe
10. Bupati Tuban ke-4 Haryo Siro Wenang
11. Bupati Tuban ke-5 Haryo Lana / Arya Teja I
12. Bupati Tuban ke-6 Haryo Dikoro / Arya Teja II berputri
13. Raden Ayu Hariyo Tejo berputra (Istri dari Bupati Tuban ke-7 Hariyo Tejo / Maulana Mansur,
14. Bupati Tuban ke-8 Raden Hariyo Wilatikta / Raden Ahmad Sahuri berputra
15. Sunan Kalijaga.
 
Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478), Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon dan Banten, bahkan juga Kerajaan Pajang yang lahir pada 1546 serta awal kehadiran Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan Senopati. Ia ikut pula merancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi Sunan Kalijaga.
Salah satu lagu yang hingga saat ini masih dikenal yg  diciptakan Sunan Kalijaga :
Lir Ilir Lir Ilir, tandure wus sumilir…
Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar…
Cah angon, cah angon, penekno blimbing kuwi…
Lunyu lunyu penekno kanggo mbasuh dodot iro…
Dodot iro – dodot iro kumitir bedhah ing pinggir…
Dondomono, jlumatono kanggo sebo mengko sore…
Mumpung padang rembulane…
Mumpung jembar kalangane…
Yo sorak-o sorak hiyo!..
 
Walaupun sudah dingatkan oleh Sunan Ampel (Gurunya) agar tidak menggunakan musik dan lagu dalam berdakwah, namun Sunan Kalijaga mengatakan : semoga generasi yg mendatang bisa memperbaiki cara dakwahku ini (supaya orang Syiwo Budhho tertarik pada islam pada zaman tersebut).
Sunan Kalijaga Wafat di desa Kadilangu, Demak. 1 km sebelah timur Masjid Agung Demak.



Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar