Nama Raden Said adalah putera Tumenggung Wilatikta yang
ketika itu menjabat sebagai Adipati Tuban , Menikah dengan Dewi Saroh binti
Maulana Ishaq, dikarunia putra & putri : Raden Umar Said (Sunan Muria),
Dewi Ruqayyah dan Dewi Sofiyah. silsilah genealogis yang didapati sebagai
berikut :
1. Prabu Banjaransari
2. Raden Arya Metahun
3. Bupati Lumajang Tengah Raden Arya Randu Kuning./ Kyai
Ageng / Kyai Gede Lebe Lontong
4. Bupati Gumenggeng Raden Arya Bangah
5. Bupati Lumajang Raden Arya Dandang Miring
6. Bupati Tuban ke-1 Raden Dandang Wacana / Kyai Gede
Papringan, BERPUTRI
7. Nyai Ageng Lanang Jaya / Nyai Lanang Baya
8. Bupati Tuban ke-2 Haryo Ronggo Lawe / Rangga Teja Laku
/ Syeikh Jali Al-Khalwati / Syekh Khawaji
9. Bupati Tuban ke-3 Haryo Siro Lawe
10. Bupati Tuban ke-4 Haryo Siro Wenang
11. Bupati Tuban ke-5 Haryo Lana / Arya Teja I
12. Bupati Tuban ke-6 Haryo Dikoro / Arya Teja II
berputri
13. Raden Ayu Hariyo Tejo berputra (Istri dari Bupati
Tuban ke-7 Hariyo Tejo / Maulana Mansur,
14. Bupati Tuban ke-8 Raden Hariyo Wilatikta / Raden
Ahmad Sahuri berputra
15. Sunan Kalijaga.
Masa hidup Sunan Kalijaga
diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa
akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478), Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon
dan Banten, bahkan juga Kerajaan Pajang yang lahir pada 1546 serta awal kehadiran
Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan Senopati. Ia ikut pula merancang
pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Tiang “tatal” (pecahan
kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi Sunan
Kalijaga.
Salah satu lagu yang
hingga saat ini masih dikenal yg diciptakan
Sunan Kalijaga :
Lir Ilir Lir Ilir, tandure wus sumilir…
Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar…
Cah angon, cah angon, penekno blimbing kuwi…
Lunyu lunyu penekno kanggo mbasuh dodot iro…
Dodot iro – dodot iro kumitir bedhah ing pinggir…
Dondomono, jlumatono kanggo sebo mengko sore…
Mumpung padang rembulane…
Mumpung jembar kalangane…
Yo sorak-o sorak hiyo!..
Walaupun
sudah dingatkan oleh Sunan Ampel (Gurunya) agar tidak menggunakan musik dan
lagu dalam berdakwah, namun Sunan Kalijaga mengatakan : semoga generasi yg
mendatang bisa memperbaiki cara dakwahku ini (supaya orang Syiwo Budhho
tertarik pada islam pada zaman tersebut).
Sunan Kalijaga Wafat di desa Kadilangu, Demak. 1 km sebelah timur Masjid Agung
Demak.