Salah satu petilasan Sunan
Kalijaga yang ada di kota Cirebon - Jawa Barat ini mempunyai daya tarik
tersendiri. Di karenakan adanya 99 ekor kera yang mendiami kawasan tersebut.
Dan mungkin tempat ini dapat di kenal oleh masyarakat luas karena keberadaan kera
- kera tersebut.
Situs taman kera dan petilasan
Sunan Kalijaga ini terletak di kelurahan Kalijaga, Harjamukti, Cirebon.
Tepatnya di jalan pramuka berjarak ± 1 km ke-arah barat daya Terminal Bus
Harjamukti. Lokasi ini mudah di capai dengan berbagai kendaraan, ± 5
km dari pusat kota Crebon dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.
Situs taman kera yang dimaksud
adalah hutan lindung dengan banyak pepohonan yang d ihuni oleh kawanan kera
ekor panjang yang selalu turun dan duduk berbaris di pagi hari. Menariknya lagi
adalah, kumpulan kera tersebut memiliki batas wilayah yang tidak akan di
langgar oleh satu sama lain, yakni batas
utara dan batas selatan.
Saat mengunjungi petilasan sunan
kalijaga ini untuk pertama kalinya, kita akan di sambut oleh beberapa ekor kera
yang mendiami kawasan tersebut, jika beruntung. Kera - kera ini tidak seliar
seperti yang di bayangkan. Mereka selalu nampak bekeliaran di area tersebut.
Ada yang terlihat berjalan dengan tertatih karena usia tuanya dan ada pula yang
lincah bergerak kesana kemari mencari makan, bermain dengan kawanannya, maupun
aktivitas yang lain.
Pengunjung juga dapat memberikan
makanan secara langsung kepada kera - kera
tersebut. namun perlu di perhatikan juga barang bawaan kita karena menurut
kuncen di tempat tersebut, kera - kera disini sangat suka memainkan kaca spion
dan handphone, jadi di harapkan pengunjung dapat menjaga dengan baik barang
bawaan mereka.
Kera - kera yang ada di sini
konon katanya berjumlah 99. Dan jumlah tersebut tidak pernah berubah. Jika ada
kera yang meninggal pastilah ada kera lain yang melahirkan. Sifat kera - kera
disini juga terkadang seperti sifat manusia.
Kepercayaan setempat menyebutkan
bahwa kera – kera ini merupakan jelmaan pengikut maupun santri Sunan Kalijaga
yang tidak patuh pada ajaran agama islam.
Sejarah adanya kera – kera pada
petilasan sunan kalijaga tersebut karena dahulunya ada beberapa santri dari
Sunan kalijaga yang dapat di katakan pembangkang dan munafik ( bersikap baik di
depan namun buruk di belakang ).
Tepatnya pada hari jumat, sunan
kalijaga berada di masjid dan bersiap untuk melaksnakan shalat jumat berjamaah
lalu menyadari bahwa jumlah santri yang siap melaksanakan shala jumat tidak
lengkap karena ada beberapa santrinya yang hilang entah pergi kemana. Beliau
pun akhirnya menyuruh santri lain untuk mencari beberapa santri yang tidak ada
di tempat tersebut.
Setelah dicari oleh santri
suruhan beliau, ternyata santri santri yang hilang tersebut berad di sungai dan
tengah asyik mencari ikan, dapat dikatakan sungai tersebut adalah sungai
kalicawang yang artiny sungai yang bercabang.
Kanjeng sunan kalijaga
memperingati mereka untuk segera melaksanakan shalat jumat berjamaah, namun
santri-santri itu tidak mengindahkan perintah sunan kalijaga dan malah tetap
asyik mencari ikan hingga shalat jumat akan di mulai.
Pada saat shalat telah selesai di
laksanakan mereka masih kedapatan mencari ikan di sungai. Melihat para
santrinya yang membangkang, kanjeng sunan merasa sedih. Sehingga jauh di dalam
lubuk hatinya beliau berkata “santri saya sifatnya tidak jauh seperti binatang.
Perkataan beliau pun di ijabah
oleh Allah, dan munculah ekor pada santri - santri tersebut lalu berubahlah
mereka menjadi kera.
