Review : Situs Taman Kera Sebagai Daya Tarik Pengunjung

Januari 13, 2019

Salah satu petilasan Sunan Kalijaga yang ada di kota Cirebon - Jawa Barat ini mempunyai daya tarik tersendiri. Di karenakan adanya 99 ekor kera yang mendiami kawasan tersebut. Dan mungkin tempat ini dapat di kenal oleh masyarakat luas karena keberadaan kera - kera tersebut.
Situs taman kera dan petilasan Sunan Kalijaga ini terletak di kelurahan Kalijaga, Harjamukti, Cirebon. Tepatnya di jalan pramuka berjarak ± 1 km ke-arah barat daya Terminal Bus Harjamukti. Lokasi ini mudah di capai dengan berbagai kendaraan, ± 5 km dari pusat kota Crebon dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.
Situs taman kera yang dimaksud adalah hutan lindung dengan banyak pepohonan yang d ihuni oleh kawanan kera ekor panjang yang selalu turun dan duduk berbaris di pagi hari. Menariknya lagi adalah, kumpulan kera tersebut memiliki batas wilayah yang tidak akan di langgar oleh satu sama lain, yakni  batas utara dan batas selatan.
Saat mengunjungi petilasan sunan kalijaga ini untuk pertama kalinya, kita akan di sambut oleh beberapa ekor kera yang mendiami kawasan tersebut, jika beruntung. Kera - kera ini tidak seliar seperti yang di bayangkan. Mereka selalu nampak bekeliaran di area tersebut. Ada yang terlihat berjalan dengan tertatih karena usia tuanya dan ada pula yang lincah bergerak kesana kemari mencari makan, bermain dengan kawanannya, maupun aktivitas yang lain.
Pengunjung juga dapat memberikan makanan secara  langsung kepada kera - kera tersebut. namun perlu di perhatikan juga barang bawaan kita karena menurut kuncen di tempat tersebut, kera - kera disini sangat suka memainkan kaca spion dan handphone, jadi di harapkan pengunjung dapat menjaga dengan baik barang bawaan mereka.
Kera - kera yang ada di sini konon katanya berjumlah 99. Dan jumlah tersebut tidak pernah berubah. Jika ada kera yang meninggal pastilah ada kera lain yang melahirkan. Sifat kera - kera disini juga terkadang seperti sifat manusia.
Kepercayaan setempat menyebutkan bahwa kera – kera ini merupakan jelmaan pengikut maupun santri Sunan Kalijaga yang tidak patuh pada ajaran agama islam.
Sejarah adanya kera – kera pada petilasan sunan kalijaga tersebut karena dahulunya ada beberapa santri dari Sunan kalijaga yang dapat di katakan pembangkang dan munafik ( bersikap baik di depan namun buruk di belakang ).
Tepatnya pada hari jumat, sunan kalijaga berada di masjid dan bersiap untuk melaksnakan shalat jumat berjamaah lalu menyadari bahwa jumlah santri yang siap melaksanakan shala jumat tidak lengkap karena ada beberapa santrinya yang hilang entah pergi kemana. Beliau pun akhirnya menyuruh santri lain untuk mencari beberapa santri yang tidak ada di tempat tersebut.
Setelah dicari oleh santri suruhan beliau, ternyata santri santri yang hilang tersebut berad di sungai dan tengah asyik mencari ikan, dapat dikatakan sungai tersebut adalah sungai kalicawang yang artiny sungai yang bercabang.
Kanjeng sunan kalijaga memperingati mereka untuk segera melaksanakan shalat jumat berjamaah, namun santri-santri itu tidak mengindahkan perintah sunan kalijaga dan malah tetap asyik mencari ikan hingga shalat jumat akan di mulai.
Pada saat shalat telah selesai di laksanakan mereka masih kedapatan mencari ikan di sungai. Melihat para santrinya yang membangkang, kanjeng sunan merasa sedih. Sehingga jauh di dalam lubuk hatinya beliau berkata “santri saya sifatnya tidak jauh seperti binatang.
Perkataan beliau pun di ijabah oleh Allah, dan munculah ekor pada santri - santri tersebut lalu berubahlah mereka menjadi kera.


Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar