Review : Metode Dakwah Sunan Kalijaga

Januari 14, 2019

Sunan Kalijaga atau yang bernama asli Raden Said, yang di percaya sebagai anak dari bupati Tuban yang kemudian di kenal juga secara kolektif sebagai Walisongo.
Dalam dakwahnya Sunan Kalijaga memiliki ciri khas tersendiri. Yaitu, dengan menggunakan budaya Jawa yang disisipkan dengan nilai ajaran islam agar ajaran agama islam bisa lebih mudah di terima oleh masyarakat Jawa pada saat itu.
Cara pengajarannya di pengaruhi oleh ajaran sufi, lalu sunan kalijaga menerapkan seni dan budaya jawa dalam media dakwahnya dikarenakan juga Sunan kalijaga sangat toleran terhadap tradisi lokal suku jawa. Sunan kalijaga percaya bahwa orang – orang akan menjauhi dakwah jika kebudayaan dan kepribadian mereka diremehkan dan di pertanyakan begitu saja.
Bagi Sunan Kalijaga metode bertahap yang ia terapkan akan sangat berguna agar islam benar – benar bisa di pahami sepenuhnya, dengan disesuaikan budaya setempat. Hal ini bisa kita lihat ketika sunan kalijaga melakukan dawah melalui wayang kulit. Meskipun pada mulanya tradisi wayang bukan berasal dari islam, namun dengan kekreatifannya Sunan Kalijaga memodifikasi cerita wayang kulit dengan cerita yang berbau islam.
Selain dakwah melalui media wayang, Sunan Kalijaga juga sangatlah kreatif dalam bidang seni dan budaya lainnya. Beliau merupakan pencipta lagu populer  yaitu ‘ilir-ilir’ yang sampai sekarang masih kita kenal. Selain lagu ilir-ilir, Sunan Kalijaga adalah seseorang yang pertama kali menciptakan bedug yang di gunakan untuk memanggil umat muslim untuk melaksanakan shalat. Dia juga orang yang mencetuskan grebeg maulid di Demak dalam menyambut kelahiran Rasulullah dan masih banyak lagiseni dan budaya yang ia tekuni.
Begitu banyak peran Sunan Kalijaga di dalam melakukan penyebaran dakwah islam di jawa. Dengan dakwahnya yang tidak menggunakan kekerasan, namun beliau menggunakan cara yang amat lembut untuk mengambil hati masyarakat jawa paa saat itu. Nah, cara dakwah yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga inilah yang patut di contoh. Beliau berdakwah tidak hanya sebatas di atas mimbar, namun beliau juga berdakwah melalui tradisi, kesenian, maupun budaya.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar